DEC14

2014

Hai, Lya. Apa kabar? Mungkin kamu bingung apa yang aku kirim untukmu. Di surat ini ada sebuah cerita yang mengubah hidupku.

Sebelum kamu membaca cerita ini, aku mau bilang: Jangan terlalu berharap. Karena harapan seringkali membawa kita kepada kekecewaan. Jangan mengira kamu akan mendapatkan cerita yang menarik agar tak kecewa bila tidak mendapatkannya. Yang paling penting, jangan sampai kekecewaanmu merubahmu menjadi orang yang tidak bisa berharap, seperti aku.

Continue reading “DEC14”

UFO

2016

Unfeel. That’s how the needed feels felt: in the dark.

                Aku tak lagi yakin. Aku melihat pintu-pintu baru yang terbuka. Kemungkinan baru. Harapan baru. Karena itu, aku tak lagi yakin. Mereka membunuhku. (Aku yang sudah lama mati.) Maka ketika aku melihat pintu lain, jelas, aku membayangkan sebuah jalan lain untuk dibunuh. Hingga aku bisa membedakan pintu-pintu. Mana yang pintu benar dan mana yang pintu tidak benar. Aku membukanya satu-persatu sejak dulu. Mencari pencarian. Menghilangkan kehilangan. Membenarkan kebenaran. Menjahati kejahatan. Tapi entah kenapa mereka tak mau aku begitu. Mereka membunuhku di setiap pintu.

Satuan waktu apa yang bisa kugunakan untuk menjelaskan? Tanyaku. Pada kalian. Karena tiap pintu berbeda waktu. Menyentuh. Menggerogoti. Memperdaya. Menjebak. Mungkin aku pernah terjebak selama satu abad? Atau satu milenium? Entahlah. Aku lupa! Tapi waktu yang ada di pintu-pintu itu memang tidak perlu diingat, ‘kan? Iya, ‘kan? Yang penting adalah pintunya! Pintu-pintu masa yang membawa kita (aku) ke jalan-jalan beku, atau gurun bersalju. Pintu-pintu yang disana (sudah kubilang,) aku dibunuh lagi dan lagi.

Continue reading “UFO”