Sungai Darah

2014

Aku punya globe baru.
Apabila kuputar, langit berubah warna.
Aneh sekali.
Padahal murah.

Globe ini aneh!
Mengapa negeriku tak ada namanya?
Mengapa lebih kecil dari biasanya?
Aneh sekali.

Tapi ada yang lebih aneh lagi.

Ada negara yang berwarna merah!
Negara yang besar sekali.
Namanya sama, entah apa.
Aku tak mengerti bahasa.

Pasti ini negara pemberani!
Merah itu warna berani!
Lihatlah orang bertangan merah.
Mereka berani atau apa?

Kulihat lagi globe baruku.
Semakin banyak yang berubah!
Warnanya semakin merah!
Kenapa bisa begini?

Daratan sudah merah semua.
Laut sudah mulai tercemar!
Globe ini sudah rusak!
Apa bumi memang begini?

Ya sudahlah.
Akan kucari globe baru.
Yang ini kubuang saja,
ke sungai darah itu.

 

HANYA DUSTA

2014

Aku diam.
Hanya diam.
Benar-benar diam.
Lalu kau bilang, aku berjalan.

Aku berjalan.
Hanya berjalan.
Benar-benar berjalan.
Lalu kau bilang, aku berlari.

Aku berlari.
Hanya berlari.
Benar-benar berlari.
Lalu kau bilang, aku diam.

Aku kesal.
Hanya kesal.
Benar benar kesal.
Kau bohong.

KACAU

2016

Tentang kacau yang tumbuh bagai bunga,
Aku bercerita
Meski jiwaku terus memerintah
Selalu berkata: nikmatilah

Tapi nikmat apa? Kutanya
Lihatlah dunia yang tiada!
Aku hanya melihat kacau
Gelap dan kacau

Juga tawa jahat yang kini menjamur
Mengakar dan tumbuh subur
Mereka menyamar! Seolah penting
Padahal mereka penyebab genting

Tapi apa mereka pantas tertawa?
Mereka hanya lihat depan mereka!
Mereka tidak lihat tawa yang rahasia!
Dirahasiakan. Direncanakan.

Di sisi lain

Air mata habis. Tinggal darah
Ramah menghilang, jadi amarah
Mereka menyatu dengan kacau!
Mereka, kacau

Aku hanya melihat kacau!
Apa hanya aku?

Lucu.
Saling acuh?
Jelas jatuh!
Rapuh

Maka pada kacau yang lucu bagai bebek
Aku mengejek
Kita sama-sama kacau
Kenapa tak kacau sama-sama?

Kacau.

believeiled

2016

SURAT CINTA TERSEMBUNYI: NO. 1

Seluruh dunia ini diatur sedemikian rupa agar kita meragu. Meragu agar salah. Salah agar takut. Takut agar berubah. Berubah agar kuat. Kuat agar tak perlu meragu. Tapi semuanya selalu kembali ke pernyataan pertama. Dunia pasti akan membuat kita ragu, se-benar apapun yang kita lakukan.

“Karena itu, lebih baik kita tidak ragu untuk meragu ‘kan?” pikirku suatu hari. Karena selalu ada kemungkinan kalau kita salah, kan? Satu-satunya yang pasti adalah ketiadaan kepastian di dunia ini.

Tapi lalu kamu datang. Membuatku ragu untuk meragu. Yakin, kalau memang seharusnya denganmu.

Continue reading “believeiled”

UFO

2016

Unfeel. That’s how the needed feels felt: in the dark.

                Aku tak lagi yakin. Aku melihat pintu-pintu baru yang terbuka. Kemungkinan baru. Harapan baru. Karena itu, aku tak lagi yakin. Mereka membunuhku. (Aku yang sudah lama mati.) Maka ketika aku melihat pintu lain, jelas, aku membayangkan sebuah jalan lain untuk dibunuh. Hingga aku bisa membedakan pintu-pintu. Mana yang pintu benar dan mana yang pintu tidak benar. Aku membukanya satu-persatu sejak dulu. Mencari pencarian. Menghilangkan kehilangan. Membenarkan kebenaran. Menjahati kejahatan. Tapi entah kenapa mereka tak mau aku begitu. Mereka membunuhku di setiap pintu.

Satuan waktu apa yang bisa kugunakan untuk menjelaskan? Tanyaku. Pada kalian. Karena tiap pintu berbeda waktu. Menyentuh. Menggerogoti. Memperdaya. Menjebak. Mungkin aku pernah terjebak selama satu abad? Atau satu milenium? Entahlah. Aku lupa! Tapi waktu yang ada di pintu-pintu itu memang tidak perlu diingat, ‘kan? Iya, ‘kan? Yang penting adalah pintunya! Pintu-pintu masa yang membawa kita (aku) ke jalan-jalan beku, atau gurun bersalju. Pintu-pintu yang disana (sudah kubilang,) aku dibunuh lagi dan lagi.

Continue reading “UFO”