KACAU

2016

Tentang kacau yang tumbuh bagai bunga,
Aku bercerita
Meski jiwaku terus memerintah
Selalu berkata: nikmatilah

Tapi nikmat apa? Kutanya
Lihatlah dunia yang tiada!
Aku hanya melihat kacau
Gelap dan kacau

Juga tawa jahat yang kini menjamur
Mengakar dan tumbuh subur
Mereka menyamar! Seolah penting
Padahal mereka penyebab genting

Tapi apa mereka pantas tertawa?
Mereka hanya lihat depan mereka!
Mereka tidak lihat tawa yang rahasia!
Dirahasiakan. Direncanakan.

Di sisi lain

Air mata habis. Tinggal darah
Ramah menghilang, jadi amarah
Mereka menyatu dengan kacau!
Mereka, kacau

Aku hanya melihat kacau!
Apa hanya aku?

Lucu.
Saling acuh?
Jelas jatuh!
Rapuh

Maka pada kacau yang lucu bagai bebek
Aku mengejek
Kita sama-sama kacau
Kenapa tak kacau sama-sama?

Kacau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s